Sejarah Perusahaan Bukit Asam.
Bukit Asam berkomitmen untuk terus transparan dalam membangun energi bersih yang mendukung peradaban, kemakmuran, dan masa depan yang lebih cerah melalui inovasi, kualitas, dan keberlanjutan.
PT. Bukit Asam
Inovasi dan transformasi adalah kunci dalam menghadapi masa depan. Bukit Asam terus memperkuat fondasi untuk mewujudkan visinya sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan.
Sejarah Perusahaan
Tambang Batubara
PT. BUKIT ASAM
1919
Penambangan batu bara dimulai oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dengan sistem penambangan terbuka (open-pit mining).
1942
Seluruh tambang di Tanjung Enim diambil alih oleh Pemerintah Jepang.
1950
Pemerintah Indonesia berusaha mengambil alih kembali seluruh aset dan wilayah operasional perusahaan. Karyawan di penambangan batu bara Air Laya menuntut perubahan status menjadi pertambangan nasional. Pemerintah Republik Indonesia akhirnya mengesahkan penambangan batu bara Air Laya sebagai Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA).
1990
Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batu bara di Indonesia, Pemerintah Indonesia membubarkan Perum Tambang Batu Bara dan melakukan penambahan penyertaan Modal Negara ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Tambang Batubara Bukit Asam. Dengan demikian, Bukit Asam menjadi perusahaan batu bara satu-satunya yang dimiliki negara.
2002
Perusahaan memasuki babak baru dengan resmi bergabung dalam Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai induk holding. Bergabungnya Perusahaan ke dalam holding tersebut memberikan efek domino dalam kebijakan Perusahaan, di antaranya dengan perubahan nama dan status PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk menjadi PT Bukit Asam Tbk.
2017
Perusahaan memasuki babak baru dengan resmi bergabung dalam Holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai induk holding. Bergabungnya Perusahaan ke dalam holding tersebut memberikan efek domino dalam kebijakan Perusahaan, di antaranya dengan perubahan nama dan status PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk menjadi PT Bukit Asam Tbk.
2023
BUMN Induk Industri Pertambangan resmi didirikan dengan nama PT Mineral Industri Indonesia (Persero), yang menjadi induk dari PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Indonesia Asahan Aluminium, serta memiliki saham langsung pada PT Freeport Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk, dan MIND ID Trading, Pte. Ltd..