Pengembangan Bisnis

  • Home
  • Pengembangan Bisnis

Pengembangan Bisnis Generik

Tambang & Infrastruktur

Penguatan dan pengembangan seluruh value chain bisnis tambang batubara dalam lingkup nasional & regional sebagai kompetensi inti perusahaan, melalui pengembangan keunggulan operasional (operational excellence) dengan melakukan peningkatan sinergi, efisiensi, dan produktivitas. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain:

  • Peningkatan target penjualan batu bara
  • Implementasi program efisiensi berkelanjutan
  • Re-design jangka panjang tambang dalam rangka optimalisasi cadangan batu bara
  • Kerja sama strategis/akuisisi tambang yang potensial
  • Percepatan pengembangan usaha “quick wins”

Hilirisasi Batubara & Bisnis Pendukung.

Pengembangan bisnis hilirisasi batubara dan bisnis pendukungnya secara nasional dan regional, serta pengembangan kompetensi Perseroan di bidang pengolahan batubara dan bisnis pendukungnya, melalui langkah Research & Development (R&D) yang selektif dan kerjasama strategis untuk teknologi mastery dan investasi dalam benefisiasi batubara dan bisnis pendukungnya. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain:.

  • Menjajaki peluang bisnis gasifikasi, coal liquifaction (pencairan batu bara), coal bed methane (CBM), bio diesel.
  • Optimasi unit bisnis/anak perusahaan.
Product Image Gasifikasi
Product Image Coal Liquifaction
Product Image Coal Bed Methane
Product Image Bio Diesel
Product Image Optimalisasi Unit Bisnis

Pengembangan Bisnis Pembangkit

Pengembangan bisnis pembangkit listrik (Investasi, Engineering, Procurement, Construction (EPC), Operation & Maintenance (O&M)) dalam lingkup nasional & regional, serta pengembangan kompetensi perusahaan di bidang kelistrikan, melalui investasi dan kerja sama strategis untuk pengembangan pembangkit & usaha EPC dan O&M.

Pengembangan Bisnis Energi Baru dan Terbarukan

PT. Bukit Asam

Sebagai inisiasi Bukit Asam dalam mendukung Net Zero Emission yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagaimana amanat dari Paris Agreement, Perusahaan telah menggagas proyek pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis panel surya.

Bukit Asam juga memiliki sejumlah lahan bekas tambang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS, diantaranya adalah lahan pasca tambang Ombilin di Sumatra Barat seluas 201 hektar (Ha) dan di Tanjung Enim seluas 224 Ha.

Selain PLTS, Bukit Asam juga melakukan penjajakan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan kapasitas pembangkit
  • Optimasi unit bisnis/anak perusahaan
  • Percepatan pengembangan usaha “quick wins”